BAB VII
TEKNIS
ANALISIS DAN PENILAIAN INVESTASI SAHAM DAN PASAR MODAL EFISIEN
Ø A. Pendekatan untuk Penilaian Investasi Saham
Investasi dalam
bentuk saham merupakan investasi yang memiliki resiko tinggi sehingga investor
perlu melakukan penilaian terhadap harga saham tersebut. Penilaian in berguna
bagi investor dalam menerima gambaran harga saham yang wajar, deviden yang akan
diperoleh, kelangsungan hidup suatu investasi, serta ketepatan waktu
berinvestasi atau melepas investasinya. Terdapat 2 pendekatan dalam penilaian
saham, yaitu :
1. Pendekatan nilai intrinsik
Nilai intrinsik saham adalah nilai nyata (true value)
saham yang ditentukan oleh beberapa faktor fundamental perusahaan. Terdapat
tiga faktor utama yang berpengaruh terhadap nilai intrinsik saham yaitu :
-
Nilai aktiva
perusahaan. Nilai ini berupa nilai pasar, yang dapat dilikuidasi untuk membayar
hutang kepada kreditur dan dibagikan kepada pemegang saham.
-
Kemungkinan
pendapatan, deviden dan aliran arus kas di masa mendatang. Hal tersebut akan
berpengaruh terhadap nilai sekarang dari saham.
-
Kemungkinan
pertumbuhan di masa depan di mana prospek perusahaan adalah pertumbuhan di masa
depan yang berpengaruh terhadap nilai intrinsik saham.
2. Pendekatan nilai pasar
Teknik ini mempertimbangkan suatu harga saham
individual dibandingkan dengan indicator – indicator lain di pasar saham.
Pendekatan nilai pasar secara sederhana berkaitan dengan nilai pasar, bukan
nilai intinsik. Terdapat empat aspek utama dalam
penilaian saham, yaitu:
-
Valuation
model, yaitu menghitung faktor – faktor utama yang mempengaruhi harga saham
seperti tingkat suku bunga, earning, deviden, dan resiko yang dihadpi.
-
Analisa valuasi
sector pasar utama berdasarkan perkalian PER, harga relative performance
earning dan trend jangka panjang keuangan yang diukur dengan Return on Capital
serta sumber dan penggunaan dana.
-
Analisa dari
pengaruh masalah teknis termasuk unsur- unsure besarnya penawaran dan
permintaan saham.
-
Analisa
sekuler yang mempunyai implikasi terhadap return dan resiko dibandingkan dengan
tingkat bunga obligasi pemerintah, rentabilitas dan arus dana investasi.
Ø B. Bentuk
Efisiensi Pasar
Bentuk efisiensi pasar dapat
ditinjau dari segi ketersediaan informasinya saja atau dapat dilihat tidak
hanya dari ketersediaan informasi, tetapi juga dilihat dari kecanggihan pelaku
pasar dalam pengambilan keputusan berdasarkan analisis dari informasi yang
tersedia. Tiga macam bentuk utama dari efisiensi pasar berdasarkan kegiga
macam bentuk dari informasi yaitu :
·
Efisiensi
pasar lemah
: Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika harga-harga dari sekuritas
tercermin secara penuh dari informasi masa lalu. Jika pasar bentuk lemah, maka
nilai-nilai masa lalu tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga sekarang
sehingga investor tidak dapat menggunakan informasi masa lalu untuk mendapatkan
keuntungan yang tidak normal.
·
Efisiensi
pasar setengah kuat : Pasar dikatakan efisien
setengah kuat jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan semua
informasi yang dipublikasikan termasuk informasi yang berada di laporan-laporan
keuangan perusahaan. Informasi yang dipublikasikan dapat berupa sebagai berikut
ini :
a)
Informasi
yang dipublikasikan yang hanya mempengaruhi harga sekuritas dari perusahaan
yang mempublikasikan informasi tersebut. Contohnya seperti pengumuman laba,
pengumuman pembagian deviden, pengumuman pembagian deviden, pengumuman
pengembangan produk baru, dll.
b)
Informasi
yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga – harga sekuritas sejumlah
perusahaan. Contohnya seperti regulasi untuk meningkatkan kebutuhan cadangan
yang harus dipenuhi oleh semua bank-bank.
c)
Informasi
yang dipublkasikan yang mempengaruhi harga – harga sekuritas semua perusahaan
terdaftar di pasar saham. Contohnya : perturan akuntansi untuk mencantumkan
laporan arus kas yang harus dilakukan oleh semua perusahaan.
·
Efisiensi
pasar bentuk kuat
: Pasar dikatakan efisien dalam bentuk kuat jika harga-harga sekuritas
secara penuh mencerminkan semua informasi yang tersedia termasuk informasi
privat.
Ketiga bentuk pasar ini
berhubungan satu dengan yang lainnya. Hubungan ketiga bentuk pasar ini berupa
tingkatan yang kumulatif.Tingkatan kumulatif ini mempunyai implikasi bahwa
pasar efisien bentuk kuat adalah juga pasar efisien bentuk setengah kuat dan
pasar efisien bentuk lemah. Implikasi initidak berlaku sebaliknya bahwa pasar
efisien bentuk lemah tidak harus berarti pasar efisien bentuk setengah kuat.
Ø C. Mekanisme Efisiensi Pasar Modal
Dalam pasar
modal terdapat dua cara penjualan saham, yakni pasar perdana (primary market)
dan pasar sekunder (secondary market).
·
Pasar
perdana adalah pasar dimana efek diperdagangkan untuk pertama kalunya sebelum
dicatatkan di bursa efek. Saham atau efek yang pertama kali diperdagangkan
biasanya ditawarkan oleh pihak penjamin emisi (underwriter) kepada investor
melalui perantara pedagang efek. Perantara pedagang efek ini bertindak sebagai
agen penjual saham. Proses penjualan perdana ini biasanya disebut denga Initial
Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana.
·
Pasar
sekunder adalah pasar dimana efek – efek yang telah dicatatkan di bursa efek
diperjual belikan secar bebas. Dalam pasar sekunder ini, investor diberikan
kesempatan seluas- luasnya untuk membeli atau menjual saham yang telah
tercatat tersebut melalui perantara yang disebut dengan pialang.
D.
Pentingnya Efisiensi Pasar
þ Jika pasar
efisien, para manajer perusahaan akan bekerja memperbaiki kinerja
perusahaannya. Ini berarti bahwa perusahaan dengan prospek bagus
akan mempunyai harga saham yang tinggi, sebaliknya perusahaan deng prospek yang
kurang baik sahamnya akan dinilai pada harga yang rendah. Tinggi rendahnya
harga saham mencerminkan keyakinan investor kepada perusahaan.
þ Pasar
efisien digunakan untuk memperoleh biaya modal. Ini berarti
perusahaan dengan prospek tinggi akan memperoleh modal pada harga yang wajar.
Harga saham merupakan cermin tentang kondisi perusahaan. Dengan harga saham
yang tinggi dapat digunakan sebagai ajang promosi tentang kondisi perusahaan.
Jadi harga saham menaik sebagai alay mendapatkan biaya yang fair.
þ Jika pasar
efisien, lembaga keuangan tidak akan khawatir tentang harga saham, dengan
kata lain lembaga keuangan menaruh kepercayaan terhadap harga saham yang
berlaku di pasar modal. Apabila terdapat kesalahan dalam penetapan harga saham
(mispriced) baik itu terlalu rendah atau terlalu tinggi (over value) adalah
tugas para analisis untuk menemukan kesalahan penetapan harga saham tersebut
dan kemudian akan dikoreksi. Dari sisi lain perusahaan tidak akan khawatir
tentang harga sahamnya. Jika perusahaan akan membeli saham perusahaan tersebut
dari pasar untuk mempengaruhi harga agar cenderung naik, akan tetapi pada pasar
efisien harga – harga tesebut tetap pada titik tertentu sebagai rrefleksi semua
informasi.
þ Pada
pasar efisien, biaya iklan untuk saham baru relatif kecil. Biaya iklan
diperlukan untuk melakukan penyebaran informasi mengenai saham di pasar,
meskipun pada pasar efisien secara cepat informasi akan tersebar dan
direfleksikan pada harga saham. Dalam kenyataanya, besarnya biaya iklan akan
mempengaruhi kenaikan harga ataupun meningkatkan volume pembelian saham.
Hipotesis pasar efisien mengasumsikan bahwa harga saham tidak akan dipengaruhi
oleh biaya iklan tersebut.
þ Pada pasar
efisien, para manajer tidak dapat memanipulasi teknik data akuntansi atau
prosedur – prosedur, untuk memberi gambaran perusahaan yang berbeda.
Mereka dapat memanipulasi dengan mengumumkan laba perlembar saham yang
cenderung naik. Dengan laba yang meningkat, hal ini akan meningkatkan harga
saham di pasar. Meskipun terdapat informasi pengumuman laba yang demikian, para
analisis akan menyesuaikan dengan data akuntansi
yang benar. Jadi, pada pasar efisien memanipulasi prosedur akuntansi tidak
mempunyai dampak pada harga saham.
þ Di
pasar efisien para investor tidak memerlukan sumber informasi lain.
Informasi direfleksikan pada harga saham. Para investor tidak khawatir membeli
saham pada harga yang cukup optimistik. Mereka menilai harga yang benar adalah
seperti yang mereka lihat di pasar.
Ø E.
Karateristik Pasar Efisien
ü Investor
banyak dan bertujuan untuk memaksimalkan profit (price taker) dan tidak dapat
dipengaruhi harga. Investor dalam pasar modal yang secara aktif
melakukan analisa, penilaian, dan transaksi sekuritas berjumlah besar. Dan
investor berlaku rasional dan berorientasi profit-maximizing. Sehingga investor
hanya sebagai penerima harga (price takers), yang berarti bahwa investor
seorang diri tidak dapat mempengaruhi harga dari suatu sekuritas. Harga
ditentukan oleh demand dan supply yang ada di pasar modal.
ü Informasi
yang murah dan merata. Informasi pasar tersedia secara luas bagi semua
investor pada saat yang bersamaan dan biaya untuk memperoleh informasi tersebut
murah.
ü Informasi
bersifat acak. Informasi terjadi secara acak, sehingga investor
tidak dapat memprediksi (mengantisipasi) kapan informasi baru terjadi.
ü Investor
berekasi dengan segera dan fully information. Investor
bereaksi secara cepat dan penuh terhadap informasi baru, sehingga harga suatu
sekuritas menyesuaikan secara cepat. Hal ini dapat terjadi jika pelaku pasar
merupakan investor yang canggih, yang mampu memahami, dan menginterpretasikan
informasi dengan baik dan cepat.
Ø F. Random Walk
Model random walk mengemukakan persoalan, yaitu apakah harga-harga saham
atau tingkat keuntungan yang lalu dapat membantu dalam meramalkan harga-harga
saham atau tingkat keuntungan waktu yang akan datang.
Model ini menegaskan dua hipotesis utama yaitu perubahab-perubahan harga
adalah bebas antara satu jangka waktu dengan jangka waktu yang lain, dan
perubahan harga mengikuti beberapa distribusi probabiliti tertentu.
Pada model ini asumsi pergerakan harga adalah random, oleh karena itu
walaupun para investor memperoleh informasi dari orang dalam, ia masih tidak
dapat meramal pergerakan harga saham yang akan datang dengan tepat. Hal ini
karena segala informasi akan terkandung dalam harga saham itu sebagaimana
diketahui umum. Teori ini berdasarkan pada kepada pasar efisien yaitu informasi
saat itu mudah didapatkan. Rintangan dalam pengaliran informasi dan
kegiatan-kegiatan disinformation, yang bertujuan memberikan
gambaran kabur kepada infestor tentang pasar, tidak ada sama sekali.
Memandang faktor ketidak pastian dan interprestasi yang berbeda dengan
informasi yang sampai, maka harga tidak semestinya dengan nilai intrinsik saham
itu. Keadaan seperti ini menyebabkan adanya perbedaan antara harga pasar dan
nilai saham sebenarnya.
Model random walk
mulai dibicarakan pada tahun 1960-an dan seterusnya bermacam-macam studi
empirikal dilakukan untuk membuktikannya.
Ø G. Review Riset Pasar Modal
Pasar
efisien terbentuk karena adanya perhatian besar pada saham-saham yang diamati
oleh sebagian besar analis, serta perhatian yang sedikit pada saham-saham yang
kurang diamati analis.
Pengujian pergerakan harga saham
merupakan suatu cara yang digunakan untuk menguji pasar yang efisien bentuk
lemah. Pengujian pasar yang efisien bentuk lemah ini dilakukan untuk menguji
ada tidaknya hubungan antara harga sekuritas masa lalu dengan harga sekarang
atau harga yang akan datang. Hipotesis untuk menguji pasar yang efisien bentuk
lemah berhubungan dengan langkah acak.
Jika harga-harga mengikuti pola langkah acak (random walk
), maka perubahan harga dariwaktu ke waktu sifatnya adalah random atau acak.
Bagi investor hendaknya dapat
mengantisipasi dan menganalisis setiap informasi yang disampaikan oleh
manajemen perusahaan, agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih
tepat. Selain itu, bagi investor yang akan berinvestasi di pasar modal agar
tidak menjadikan informasi pengumuman stock split sebagai satu-satunya tolok
ukur untuk mendapatkan abnormal return. Investor dapat mencermati faktor lain
yang dapat mempengaruhi abnormalreturn, seperti pengumuman dividen, penawaran
perdana, dan informasi akuntansi.
Bagi emiten yang akan melakukan stock split
hendaknya memperhatikan kondisi pasar modal, misalnya karenasecara teoritis
stock split hanya meningkatkan lembar saham yang beredar dan tidak secara
langsung mempengaruhicashflow perusahaan
Komentar
Posting Komentar